| Peran Serta PMI Ranting Dalam Pengentasan Kemiskinan di Kota Yogyakarta |
|
|
|
| Ditulis oleh kominfo | |
| Rabu, 20 Agustus 2008 | |
|
Kemiskinan jamak yang terjadi dinegara-negara berkembang, khususnya di Indonesia. Dan pemerintahpun telah melaksanakan program penanggulangan kemiskinan sejak tahun 1960an melalui strategi pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dan dizaman orba (orde baru) ada program IDT (Inpres Desa Tertinggal), kemudian dimasa reformasi menelurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) sesuai Kepres No. 190 tahun 1998. Sebenarnya secara teoritik kemiskinan itu meliputi : 1. Kekurangan materi dan kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan dan pelayanan kesehatan. 2. Tidak terpenuhinya kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan dan ketidakmampuan berpartisipasi dalam masyarakat termasuk dalam pendidikan dan informasi. 3. Kekurangan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Dikota Yogyakarta tahun 2007 jumlah keluarga miskin sebanyak 26.685 KK dan jumlah penduduk miskin ada sekitar 89.818 jiwa. Keluarga yang dinyatakan miskin tersebut terdata dalam pendataan keluarga miskin Kota Yogyakarta tahun 2007 yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Yogyakarta dengan menggunakan parameter keluarga miskin sebagaimana tertuang dalam keputusan walikota nomor : 464/Kep/2007, disitu termuat parameter kesehatan yaitu ”keluarga tidak mampu mengobatkan anggota keluarganya yang sakit ke Puskesmas, sumber air minum yang digunakan berasal dari sumber air tidak terlindungi serta kebiasaan membuang air besar disungai/MCK umum/milik tetangga. Pemerintah kota Yogyakarta sendiri telah membentuk TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah) yang diketuai Drs. H. Haryadi Suyuti (Wakil Walikota Kota Yogyakarta), serta disetiap kelurahan ada badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang orientasi programnya adalah dalam oenanggulanagan kemiskinan di perkotaan (P2KP) yang sampai saat ini eksistensi dan perjuangannya sangat luar biasa lewat program PNPM P2KP dan PNPM mandiri perkotaan. Peran serta PMI Ranting adalah dalam bidang pelayanan kesehatan sosial (salah satu aspek kemiskinan yang paling krusial) yaitu : 1. Melaksanakan pertolongan pertama dan pelayanan kesehatan diwilayahnya dalam koordinasi Cabang dan Camat yang bersangkutan. 2. Melaksanakan pelayanan sosial kepada masyarakat dalam koordinasi cabang yang bersangkutan.
PMI Ranting tentu saja bisa berkiprah dilingkup tersebut terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, misalnya bagaimana mereka berumah tangga sejak masa persiapan, perawatan saat mengandung calon anak, perawatan anak-anak sejak bayi, pemberian ASI, imunisasi, pertolongan pertama pada penderita kecelakaan atau sakit, pengadaan air bersih dan sanitasi dasar, pencegahan dan pemberantasan penyakit endemic, penyediaan obat essensial dan sebagainya. Prinsip relawan PMI harus mampu meyakinkan warga masyarakat bahwa kesehatan adalah merupakan persyaratan utama untuk mencapai hidup sejahtera. Sekali lagi PMI Ranting bisa lebih diberdayakan dan dioptimalkan karena merekalah yang paling dekat dengan masyarakat sehingga mengerti prioritas apa yang harus segera dilakukan. Insyaallah, jika semua PMI Ranting bisa melaksanakan tujuan mulia ini, maka secara nasional ini sungguh sebuah sumbangan yang sangat berarti khususnya bagi masyarakat miskin dikota tercinta Yogyakarta.
Oleh : Harris Syarif Usman, SH, SPk
|
|
| Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 21 November 2009 ) |
| < Sebelumnya |
|---|
Yogya Emergency Service
Telpon : 118 / 420118
Sumbangan Dana Anda Untuk Bencana
BRI Cabang Katamso
rek: 0245-01-031609-50-4
an : Rekening PMI Untuk Bencana